
Fotografi
Ranu Kumbolo, 25-26 April 2026
5 Juni 2026
Kepada alam yang menjadikannya mahkota di ketinggian, kepada angin yang membantu anemokorinya, dan kepada tetes embun yang melegakan dahaganya, tersampaikan ucap kalimat syukur dalam diamnya dengan keberadaannya yang menghias lapang luasnya sabana. Di titik ketinggian itu, berdiam diri ia melihat lalu lalangnya mereka yang bermalam dengan alam. Setelah hening sekian lamanya…, setelah serangkaian kata—demi—kata yang terucap tanpa henti di kesunyian, “Di mana kah para pendaki yang ngos-ngosan itu?”